Mengenal Kawasan Tapal Kuda: Kenapa Disebut Tapal Kuda dan Hubungannya dengan Besuki
farha.id - Kalau kamu tinggal di Besuki, Situbondo, pasti sering denger istilah Kawasan Tapal Kuda. Tapi pernah gak kepikiran, kenapa sih disebut Tapal Kuda?
Padahal bukan karena di sini banyak kuda.
| Tapal Kuda, Sejarah Besuki, Budaya Pandhalungan |
Kenapa Disebut Tapal Kuda?
Nama Tapal Kuda itu karena bentuk petanya. Coba lihat peta di atas. Dari Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso sampai Banyuwangi, kalau ditarik garis, bentuknya melengkung seperti huruf U, persis seperti tapal atau sepatu kuda.
Makanya disebut Tapal Kuda.
5 Kabupaten yang Termasuk Kawasan Tapal Kuda:
- Situbondo - Di sinilah Besuki berada, sebagai pintu gerbang barat
- Bondowoso - Pusatnya budaya Pandhalungan
- Jember - Kota tembakau dan karnaval
- Banyuwangi - Ujung timur Pulau Jawa
- Probolinggo & Lumajangb
Hubungannya dengan Besuki apa?
Besuki itu dulu adalah ibu kota Karesidenan Besuki. Jadi semua wilayah Tapal Kuda di atas dulu diatur dari Besuki. Makanya di peta tadi Besuki aku kasih bintang Historical Capital.
Kalau kamu belum baca, baca dulu artikel Sejarah Kecamatan Besuki di blog ini.
Ciri Khas Budaya Tapal Kuda
Yang bikin Tapal Kuda beda adalah budayanya yang disebut Pandhalungan, yaitu campuran Jawa dan Madura.
- Bahasanya: Campur Jawa-Madura, logatnya khas Besuki
- Makanannya: Nasi Sogol, Tajin Sobih
- Keseniannya: Can-Macanan Kadduk, Jaran Kencak
Kesimpulan
Jadi Tapal Kuda bukan sekedar nama, tapi identitas. Bentuknya seperti sepatu kuda, isinya percampuran budaya Jawa-Madura, dan Besuki adalah salah satu pusat sejarahnya.
Komentar
Posting Komentar